Sesuatu

03.52 Windi Teguh 3 Comments

DUG..... DUG.....
Uuuh, aku berteriak kaget. Tiba-tiba ada yang menendang perutku kencang sekali. Refleks kuelus-elus dirimu dengan sayang. 

Ya ampun dedek, kamu tuh lagi apa yah di dalam sana, sukanya bermanuver tanpa kasih aba-aba. Kadang saat bunda lagi naik motor, tiba-tiba kamu menghentak-hentak di dalam. Xixixi rasanya geli-geli gimana gitu. Kadang di kantor bunda suka meringis-ringis sendiri. Kalau sudah bergerak, kamu bisa berakrobat sampai berkali-kali. Perut bunda sampai bergelombang-gelombang, lucuuuu. Ayahmu itu, kalau melihat dirimu lagi lasak gitu, ia ketakutan. Dikiranya bunda bakal kesakitan, padahal rasanya nikmaaat. Emang sih kadang agak nyeri-nyeri kalau kamu lagi punya energy berlebih. Tapi itu dulu saat awal-awal kamu menunjukkan eksistensi dirimu. Kalau sekarang ayahmu suka ketawa-ketawa kalau melihatnya.

Bunda ngga tahu dek jadwal bobomu itu kapan yah. Kok rasanya setiap saat kamu bergerak terus. Bahkan saat bunda bergdang nulis, kamu massiiih aja repot kesana-kemari. Makanya bunda sekarang merasa ngga sendirian. Ada kamu yang selalu menemani bunda. 

Kemarin itu kamu sempat membuat heboh keluarga besar kita. Pasalnya, pagi-pagi bunda bangun, bunda merasa kok dirimu anteng sekali. Padahal biasanya saat bunda sholat kamu bakal berisik. Tapi hari itu ngga. Bunda pikir kamu pasti lagi tidur. Duuuh,tiba-tiba bunda kangen sama kaki-kakimu. Tunggu punya tunggu , sampai jam 10 pagi kamu belum juga menunjukkan aksi seperti biasa. Bunda mulai panik. Tapi ngga berani bilang ke siapa-siapa. Bunda cuma telepon papamu. Oleh papamu bunda disuruh ke dokter. Padahal itu hari Sabtu, dan Sabtu, dokter di kota ini tidak ada yang buka praktek. 

Diam-diam bunda mengeluarkan motor dan pamitan sama tante. Kamu tahu kan, bunda tinggal bersama tante disini. Bunda segera ke rumah bidan. Dan yang buat bunda tambah panik, ngga satupun bidan yang ada di rumah. JAdi bunda berkeliling-keliling kota Rantau Prapat dengan galau. Akhirnya bunda telepon omamu. Menceritakan kekhawatiran bunda.

Keputusan yang salah. Omamu panik, langsung menelepon tante, tante ngasi tahu om, om telepon papamu, yang ujung-ujungnya semua heboh. Aiiih omamu itu memang sangat menghawatirkan kondisi bunda dan dirimu sayang.

Akhirnya, tante menjemput bunda yang sedang menunggu di rumah salah satu bidan. Setelah berkeliling akhirnya kami menemukan tempat dokter kandungan yang buka.

Saat di USG, dug dug dug, detak jantungmu terdengar membahana. Saat itulah bunda merasa begitu legaaa sayang, tanpa terasa air mata bunda mengalir. Duuuh, kamu sudah bikin bunda uring-uringan. Syukurlah , dokter bilang kamu sehat, ngga ada apa-apa. Dan yang anehnya, begitu masuk ruangan praktek doketr, tiba-tiba bunda merasakan geliatmu. Dede... dede.... kamu itu memang suka negrjain bunda yah.

Sekarang bunda sudah tahu, memang kamu tidak sepanjang hari bergerak. Itu kata dokternya. Huuuhuhh, ternyata bunda sudah cinta mati sama kamu sayang. Jangan akut-nakutin bunda lagi yah. Kamu itu belahan jiwa bunda. #elus perut

You Might Also Like

3 komentar:

  1. Hehe..., dedek sudah membuat panik semuanya. Alhamdulillah..., suara dug..dug..dug... membahana itu akhirnya membuat jadi tenang semuanya. Semoga dedek tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat ya, Mbak, dan nanti pun dapat lahir dengan lancar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin makasi mas. iyaaa kemarin panik banget. untunglah ternyata dedenya cuma kecapekan kali, istirahat sejenak :D

      Hapus
  2. Dedenya ngajakin petak umpet ya Win? :D

    BalasHapus