[Gagal ] ASI Eksklusif

04.39 Windi Teguh 23 Comments

Menurut yang kubaca di internet dan buku-buku tentang bayi, bahwa bayi yang baru lahir dapat bertahan tanpa asupan apapun selama 72 jam, karena bayi membawa cadangan makanan dari rahim. Jadi sebenarnya tak mengapa kalau ASI belum keluar setelah melahirkan.

Dan itulah yang terjadi padaku nak, hingga hari kedua, ASIku belum keluar juga. Tekadku untuk memberimu ASI Eksklusif belum pudar. Untuk menenangkanmu saat menangis aku telah mengantisipasinya dengan mencari donor ASI, yaitu kakak iparku yang kebetulan masih menyusui anaknya. Jadi dia datang mengunjungi kita di RS sesuai jadwal minum susumu. Sayangnya ia tak bisa datang saat malam. Aku sudah was-was bagaimana kalau malam kau kehausan. Syukurlah malamnya teman-teman ayahmu datang, dan lagi-lagi kau dapat ASI dari seorang teman yang sebelumnya sudah kuminta untuk mendonorkan ASInya jika ASIKU belum keluar.Selamatlah kau dan tenanglah aku di hari kedua.

Namun malamnya, saat aku tinggal berdua bersama ayahmu, kau menangis keras sekali. Ternyata kau masih lapar. Segera kucoba untuk menyusuimu, tentu saja kau tetap menangis, ASI ku belum ada juga. Sebagai orantua baru aku dan ayahmu belum mengerti apa yang harus kami lakukan. Melihatmu menangis sambil menjilati bibir aku sedih sekali nak, akhirnya aku pun ikut menangis. Kami, sepasang suami istri tak berdaya melihatmu meronta-ronta di gendonganku.

Ini Gayamu kalo lagi nangis kejer

Saat itulah, mungkin nurani keibuanku atau memang kelemahan tekadku, akhirnya kami menyerah. Kutekan bel untuk memanggil suster dan dengan berat hati kami serahkan kau ke tangannya untuk dibawa ke ruangan bayi. Ya, ASI eksklusif yang kuimpikan, gagal malam itu. Kau pun terpaksa meminum susu formula. Sedih sekali rasanya, tapi sungguh aku tidak tahu lagi bagaimana cara membuatmu berhenti menangis. Malam itu, aku merasa gagal menjadi seorang ibu. Gagal memenuhi kebutuhan dasarmu yang paling utama.

Entah apa yang salah dengan diriku, hingga hari ketujuh ASI ku hanya keluar sedikit sekali, menetes saja tidak mengucur deras seperti orang lain. Akibatnya kau tak pernah puas saat menyusu padaku.

Ini Kalo dan Kenyang :)
Ibumu ini jadi galau dan merasa tak berdaya. Berbagai nasehat orang semua sudah kulakukan. Mulai dari pijet payudara, makan daun katuk, jantung pisang, minum air nira, minum jamu namun tetap saja produksinya tidak sesuai harapan. Dengan tidak menguarngi rasa cintaku padamu akhirnya kau pun harus mendapat tambahan sufor disamping ASI yang kuberi.

Baru sekarang aku tahu, ternyata memberi ASI eksklusif itu tidak segampang bayanganku selama ini. Benarlah kalau aku selalu membaca, bahwa dibutuhkan dukungan dari pihak keluarga terutama suami untuk mensukseskan pemberian ASI eksklusif.

Ayahmu begitu gigih menyemangatiku. Saat tiba waktu menyusuimu, iya akan ada di sampingku, membantu perlekatanmu yang entah mengapa susah sekali, sampai memijat pundakku agar aku rileks. Tapi ya begitu… itu pun tak memacu produksi ASI ku, padahal aku sudah kesakitan karena PD ku tegang, sepertinya banyak isinya tapi tidak bisa keluar.

Perahan ASI Terbanyak, hanya 50 ml :((

Mungkin ayahmu stress juga melihat kau yang tidak pernah puas menyusu, akhirnya ia membelikanku pompa ASI dengan harapan dapat membantu mengeluarkan ASIku. Dan itu pun tidak membantu banyak. Hanya bisa tertampung 30 ml. Tapi itu pun sudah baik, minimal kau masih minum ASI


Nak, untuk memberimu makanan terbaik yang telah diciptakan Allah ternyata butuh perjuangan. 

You Might Also Like

23 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Sabar ya Mbak Windi... Allah Mahatahu yang kita usahakan untuk anak2 kita... keep spirit, dan sun untuk Lalita <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbaaa, sampe stress aku. tapi katanya makin stress makin ga keluar ASI nya, jadi sekarang positive thnking aja, dan tetep berusaha dg selalu nenenin, siapa tahu lama2 bisa banyak

      Hapus
  3. mba windi yang sabar, mba. kalo ibunya stress, memang asi susah keluar walo sebenernya ada. jadi emang harus pede katanya sih gitu. mungkin bawaan mba windi yang agak panikan kali ya, jadinya ngaruh ke asinya. sante aja, mba. minta dukungan suami sepenuhnya.

    BalasHapus
  4. kisah mba windi mirip banget dengan saya...sabar ya mba, you are the best mom walaupun gak bisa asi ekslusif dan Tuhan maha tahu dengan usaha kita

    BalasHapus
  5. semangat2 ya mbak :). saya dulu ngelahirin sesar, jadi asinya juga susah keluar. trus sama sodara dianjurin minum obat namanya moloco, alhamdulillah stlh itu kluar sdikit2. formula masi diterusin,tapi sya brenti mnum obat, alhamdulillah masih bisa kluar. dibantu ijo2an sih. en prnah dianjurin 'ngremus' daun turi muda plus sdikit kunir muda, saya lakuin juga :D. alhamdulillah, wktu umur 4/5 bln, anak saya udah gak mau mnum formula, jadi, susu full dari saya :). tetap smgt :)

    BalasHapus
  6. terus dirangsang dgn makanan yg bs memperlancar asi mbak :) kalo aku banyakin minum jus dan sayur

    BalasHapus
  7. Aku dulu minum tablet moloco beli di apotik

    BalasHapus
  8. Tetep semangat yah.saranku tetep nyusuin Da.n sekaligus dipompa....pompanya apa? Kl bs medela ato avent manual

    BalasHapus
    Balasan
    1. pake medela swing maak, yg elektrik iya tg manual iya. tetep dikit :(

      Hapus
  9. Sabar mbak....yakinlah ASI akan keluar utk dede tercinta. Kalo pengalaman saya dulu, selain makan sayur dan fresh jus. Saya minum fresh milk yg low fat jg, karena selain menambah produksi ASI jg baik utk ibu spy ga jdi gemuk setelah melahirkan. Dan jangan pernah bosan meminta kepada Allah SWT agar mbak windi dapat memberikan yg terbaik utk dede tercinta.

    BalasHapus
  10. Tetap semangat yach Bun, jangan stres krn bikin ASI justru tambah seret. Berdoa kepada-NYA agar ASI melimpah. Semoga dede tetap sehat, pintar, dan sholeh meski gak ASI ekskluasif yaaa ... Cup cup sayang buat dedek mmuaaahhh...

    BalasHapus
  11. Jika semua cara sudah dilakukan dan tidak berbuah hasil, mungkin perlu berkonsultasi dengan konsultan laktasi Bun...

    BalasHapus
  12. hasil pompa ga bs djadiin patokan mak, krn hisapan bayi lgsg ga sama hisapan pompa.. hasil pompa sedikit blum tentu asinya sedikit..

    coba konsultasi sm konsultan laktasi buat ngecek pelekatan dll :)

    BalasHapus
  13. ttg donor asi. diingat2 ya mbak siapa2nya.. anak2nya yg pernah jd ibu asi jd saudara rodho'nya dedek.. ada kelanjutan hukum saat mereka dewasa ga boleh nikah ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo kata orang sunda "ema sasuson" :D

      Hapus
  14. sabarrr Windi, kasusnya sama seperti anak keduaku Pijar dan anak ketigaku alm Gibran. 3 hari tidak keluar ASI, bahkan Gibran 2 hari tidak minum ASI, tdk diberi apa-apa. kata dokter tidak apa-apa, bayi dapat bertahan secara alami...jadilah 3 hari aku berperang seperti waktu Pijar dulu. segala daya dari pijat-katuk-dll..dokter pun akhirnya kasih pil berwarna pink muda*lupa merknya...ASI pun keluar dengan deras. Pokoknya semangat yaaaaa

    BalasHapus
  15. sabar ya mbak,jangan puts asa,semangat terus mbak pasti alloh mempersiapkan segala sesuatu yang lebih baik

    BalasHapus
  16. sabar dan jangan menyerah ,, insyaalloh nanti keluar dengan deras sendirinya :)

    BalasHapus
  17. semangat ya mb windi .. mb sudah memberikan yang terbaik buat dedek..
    Thanks Sharing

    BalasHapus